“Korupsi Perhatian”
Uria Guna Dharma
Widyaiswara Ahli Madya
UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Prov Kalteng
Aktifitas kerja di era digital sekarang sangat penuh distraksi, disisi lain seorang ASN dituntut untuk bisa menunjukkan kemampuan kerja yang mendorong kemampuan kognitif dan psikomotorik supaya lebih produktif. Agar bisa lebih produktif seorang ASN membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung dirinya untuk bisa konsentrasi serta bebas gangguan. Sedangkan faktanya berdasarkan studi McKinsey, menemukan rata-rata pekerja intelektual saat ini enghabiskan lebih dari 60 % waktu kerjanya dengan aktivitas komunikasi elektronik dan media sosial, serta 28 % waktu kerja dihabiskan untuk membaca dan membalas email.
Budaya konektivitas yang terbentuk saat ini memaksa kita untuk selalu terhubung dengan media sosial yang sangat mengusik konsentrasi kerja. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata pekerja kantoran hanya mampu fokus selama 3 menit, sedangkan menurut Posner (dikutip dari Buku “Stolen Focus”, Johhan Hari, 2022), “apabila Anda berfokus pada sesuatu dan Anda terinterupsi, Anda membutuhkan waktu rata-rata 23 menit untuk kembali ke keadaan fokus yang sama.” Bila hal ini berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, akan mengacaukan kemampuan berpikir dan bekerja seseorang.
Switch cost effect merupakan bukti ilmiah, dimana penurunan kinerja yang disebabkan oleh gangguan atau interupsi, contoh : saat Anda sedang fokus mengisi sebuah formulir dan Anda menerima pesan singkat dari gawai Anda, lalu Anda melihatnya hanya selama 5 detik – lalu Anda kembali ke formulir. Pada saat itu otak Anda harus mengkonfigurasi ulang dan Anda harus mengingat apa yang Anda lakukan sebelumnya dan itu memakan waktu sehingga menyebabkan kinerja Anda menurun.
Penelitian yang dilakukan Hewlett-Packard (Johhan Hari, 2022) menemukan bahwa gangguan teknologi hanya dengan melihat pesan singkat dari gawai saat bekerja dapat menurunkan IQ pekerja rata-rata 10 poin. Kita saat ini dikelilingi oleh orang-orang yang sibuk menyebarkan informasi tentang diri mereka sendiri dan itu memaksa orang lain terlibat didalamnya (termasuk kita) dan kita saat ini berada dalam era informasi yang sangat cepat dan melimpah, sehingga membuat kita merasa takut ketinggalan perkembangan informasi terbaru, kita merasa takut kalau tidak terkoneksi secara daring, ini adalah “Korupsi Perhatian”.
Korupsi perhatian ini seperti pencuri yang diam-diam mengambil sesuatu yang berharga dari kita yaitu “waktu”. Waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk fokus pada pekerjaan, fokus untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotrik, menjadi “hilang” dan tanpa sadar menggerus konsentrasi dan kinerja kita.
Seorang pengajar filsafat dari Oxford University, mengatakan : “Bila kita ingin melakukan hal penting di ranah apa pun – konteks apa pun dalam kehidupan – kita harus mampu memberikan perhatian pada hal-hal yang tepat, Bila kita tidak bisa melakukan itu, sulit untuk melakukan apa pun.”
Tinggalkan Balasan