Sosialisasi Layanan Prioritas Melalui Blended Learning Dan Bimtek Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine untuk Mendukung Program Prioritas Nasional AKI/AKB
Palangka Raya – Dinas Kesehatan Prov.Kalteng melalui Bidang Pelayanan Kesehatan mengadakan Sosialisasi Jejaring Pengampuan Layanan Prioritas Melalui Blended Learning Dan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Dalam Upaya Mendukung Program Prioritas Nasional AKI/AKB Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2022, bertempat di Hotel Bahalap Kota Palangka Raya, Selasa (27/09/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM memberikan arahan sekaligus membuka acara, beliau mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan melakukan upaya penanggulangan penyakit dengan masalah kesehatan terbesar di dunia, penyebab mortilitas, morbilitas yang tinggi dan beban pembiayaan jaminan kesehatan nasional yang sangat besar, khususnya pada 9 (sembilan) jenis layanan prioritas kesehatan antara lain jantung, kanker, stroke, kesehatan ibu dan anak, diabetes mellitus, uronefrologi, gastrohepatologi, tuberkulosis, penyakit infeksi emerging (PIE), imbuhnya.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak rumah sakit yang belum mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat secara optimal. Berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini salah satunya disebabkan karena belum meratanya pelayanan kesehatan di Indonesia yang disebabkan adanya distribusi sumber daya manusia yang tidak merata, ketersediaan jumlah tenaga yang terbatas, sarana prasarana dan peralatan kesehatan yang terbatas, dimana tiga hal ini yang mempengaruhi pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Untuk itu dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul di rumah sakit rujukan dibutuhkan kolaborasi antar rumah sakit untuk mempercepat pemenuhan terhadap standar. Menindak lanjuti hal tersebut pada tahun 2022 dan 2023 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan 6 Rumah Sakit Umum Daerah untuk melaksanakan program prioritas tersebut yaitu : RSUD dr. Doris Sylvanus P.Raya, RSUD St. Imannuddin P,Bun, RSUD dr. Murjani Sampit, RSUD Hanau, RSUD Jaraga Sasameh Buntok, RSUD Muara Teweh dan RSUD Puruk Cahu, tambah beliau.

Terselenggaranya konsultasi jarak jauh dalam penegakan diagnosis dan/atau tindakan medis dalam penanganan kasus ibu hamil dan masa nifas melalui layanan telemedicine di fasyankes Kabupaten/Kota Lokus Program Prioritas Nasional AKI/AKB, Stunting Provinsi Kalimantan Tengah, kondisi kehamilan dan kelainan pada janin yang membahayakan bagi ibu dapat dideteksi dini sebelum terlambat dengan melakukan Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)/obstetrik dasar sehingga secara tidak langsung berperan dalam menekan tingkat kematian ibu dan anak, tutup kadiskes.
Hadir melalui daring Narasumber dari Ditjen Pelayanan Kesehatan Rujukan (PKR) Kemenkes RI, dari RSUP Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Narasumber dari RSUP Kanker Dharmais, Narasumber dari RSUP Otak Nasional (RSUPON), Narasumber dari RS Cipto Mangunkusumo serta Narasumber secara tatap muka dari Dirjen Tata Kelola Pelayanan Kesehatan RI (TPPK), Organisasi Profesi POGI dan IDAI, dan dari Diskominfo Prov.Kalteng.
(Artikel/Foto : Gery, Redaktur : PPID Dinkes)
Tinggalkan Balasan