RSUD Hanau Resmi Beroperasi di Gedung Baru, Masyarakat Antusias Sambut Layanan Modern
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanau Resmi Beroperasi di Gedung Baru sejak senin (5/5/2025). Gedung baru RSUD Hanau yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2022 tersebut dibangun setinggi delapan lantai berdiri megah serta dilengkapi fasilitas yang modern dan canggih ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di wilayah barat Kalteng.
Pemindahan layanan dari gedung lama ke gedung baru ditandai dengan selesainya proses pemindahan yang telah mencapai 100 persen. RSUD Hanau kini dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan canggih seperti lima unit Modular Operating Theatre (MOT), CT Scan, dan MRI, yang dijadwalkan aktif sepenuhnya pada tahun 2025.
Masyarakat dari berbagai daerah di wilayah barat Kalteng, khususnya Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau menyambut baik dengan pemindahan RS kelas B ini, sebab merasa terbantu dengan hadirnya layanan kesehatan bagi warga sekitar.

Maryono, seorang pekerja di perusahaan perkebunan sawit menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, rumah sakit yang baru ini sangat membantu kami sebagai warga sekitar dan mempermudah pengobatan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan oleh perawat dan dokter sangat ramah, serta memudahkan pasien memahami lokasi ruangan di gedung yang masih baru tersebut.
Senada dengan Maryono, warga lainnya, Wahyu Hidayat, juga menyampaikan rasa senang dengan kehadiran Rumah Sakit dengan fasilitas yang memadai dan canggih.
“Alhamdulillah kita merasa senang karena di Kabupaten Seruyan sekarang sudah ada rumah sakit yang besar, dengan fasilitas memadai dan canggih,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah saat melakukan peninjauan langsung kegiatan operasional rumah sakit menyampaikan rasa haru dan bangga atas terwujudnya pelayanan kesehatan rujukan yang representatif di wilayah barat.
“Saya terharu melihat kerja keras semua pihak dan inisiatif Bapak Gubernur yang telah membuahkan hasil. Rumah sakit ini dibangun dengan dana besar dan hari ini mulai aktif melayani masyarakat,” ungkap Suyuti.
Ia menegaskan bahwa pembangunan RSUD Hanau merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah provinsi dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, terjangkau, dan merata. Salah satu tujuan adalah mengurangi beban antrian pasien yang sangat panjang di RSUD dr. Doris Sylvanus, seperti antrian mendapatkan layanan pemeriksaan MRI yang bisa mencapai 2 bulan. Tujuan lainnya adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta angka kesakitan dan kematian akibat penyakit lainnya yang selama ini sulit tertangani di daerah.
RSUD Hanau direncanakan untuk menjadi RS dengan layanan unggulan ibu/anak, penyakit infeksi, endokrin dan trauma. Sejalan dengan unggulan tersebut, RSUD Hanau terus dilengkapai dengan tenaga ahli dan peralatan yang mendukung. Saat ini RSUD Hanau telah memiliki 21 dokter spesialis aktif dan 24 orang lagi yang sedang menempuh berbagai jenis spesialisasi.

Suyuti menambahkan RSUD Hanau tidak membeda-bedakan pasien sehingga semua metode pembayaran dapat digunakan mulai dari BPJS, asuransi perusahaan, hingga pasien umum. Bagi masyarakat yang tidak memiliki BPJS atau asuransi, pemerintah provinsi akan memberikan layanan gratis gratis di kelas 3.
“Sesuai amanah bapak Gubernur, tidak boleh ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan pengobatan karena alasan biaya. Siapa pun yang memiliki KTP, bisa dilayani, tentu dengan mengikuti prosedur, seperti dirujuk dari puskesmas, Namun jika dalam keadaan darurat silahkan menuju ke UGD tanpa perlu rujukan” jelas Suyuti. RSUD Hanau merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah provinsi dalam menjamin layanan kesehatan rujukan yang memadai, khususnya bagi masyarakat di wilayah barat Kalteng.
Tinggalkan Balasan