Dinkes Kalteng Gelar Workshop Implementasi Sekolah/Madrasah Sehat Dalam Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri

Dinkes Kalteng Gelar Workshop Implementasi Sekolah/Madrasah Sehat Dalam Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri

Palangka Raya – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Prov Kalteng) menggelar Workshop Implementasi Sekolah/Madrasah Sehat Dalam Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Puteri Tingkat Prov Kalteng melalui daring, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, Rabu (20/11/2024).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalteng Suyuti Syamsul, dalam arahannya beliau mengatakan bahwa secara umum anak usia sekolah (7-18 tahun) merupakan kelompok usia yang paling sehat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Namun perilaku mereka dapat mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada saat ini atau di kemudian hari.

“Masalah kesehatan usia sekolah dan remaja sangat kompleks, mulai dari kesehatan reproduksi dan seksual, HIV dan AIDS, Gizi, Penggunaan zat adiktif, kekerasan dan cedera, kesehatan mental, kebersihan dan sanitasi, serta penyakit tidak menular,” imbuhnya.

Sementara itu, sebanyak 32,1% remaja berusia 13-15 tahun dan 35,6% remaja berusia 16-18 tahun mengalami stunting. Terkait kesehatan reproduksi, 5,3% remaja pernah melakukan hubungan seks pranikah dan hanya 36% remaja pernah diajarkan cara menolak ajakan hubungan seksual. Isu lainnya adalah angka penyalahgunaan NAPZA pada usia anak dan remaja, yaitu 22% remaja pernah merokok yang 6,4% di antaranya merokok (GSHS 2015, Riskesdas 2018, SKI 2023).

Peserta Workshop Implementasi Sekolah/Madrasah Sehat Dalam Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah

“Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, persentase anemia pada kelompok usia 5-14 tahun sebesar 16,3% dan pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 15,5%. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus karena anemia pada anak usia sekolah dan remaja berdampak pada peningkatan risiko stunting dan khusus pada remaja putri akan mempengaruhi kualitas keturunannya apabila remaja tersebut kelak hamil. Selain itu, anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya AKI dan AKB,” tegasnya.

Penanganan permasalahan kesehatan pada remaja termasuk anemia memerlukan upaya yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan lintas sektor terkait. Sejak tahun 2003, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Puskesmas PKPR memberikan layanan mulai dari KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya sampai layanan klinis/medis dan rujukan.

Sasaran dari Puskesmas PKPR adalah remaja baik di sekolah yang dilaksanakan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) maupun di luar sekolah diantaranya melalui posyandu remaja, Saka Bakti Husada serta pembinaan kesehatan anak dan remaja di panti/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, anak jalanan maupun lapas/Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Tujuan kegiatan yaitu Meningkatkan kapasitas pemegang program kesehatan usia sekolah dan remaja, serta Tim pembina UKS dalam memfasilitasi satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan sekolah/madrasah sehat dalam peningkatan konsumsi TTD rematri.

Tahun 2024 telah dilaksakanan Gerakan Sekolah Sehat yang merupakan salah satu upaya revitalisasi dari UKS (Unit Kesehatan Sekolah) yang dilakukan secara bersama-sama dan terus-menerus oleh semua pihak mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, para mitra, satuan pendidikan, dan masyarakat pemangku kepentingan tentang pentingnya penerapan Sekolah Sehat.

Perlu diketahui, salah satu dari 5 fokus Gerakan sekolah sehat, yaitu sehat bergizi adalah Konsumsi tablet penambah darah untuk siswi SMP & SMA/Sederajat minimal 1x seminggu, yang nantinya perlu dilaporkan di website ceria oleh guru atau di satu sehat mobile oleh siswi secara mandiri.

Workshop Implementasi Sekolah/Madrasah Sehat Dalam Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah

Turut hadir secara daring Narasumber dari Kemenkes RI, Narasumber dari SMU 5 Palangka Raya, Kepala Kemenag Kalteng, Kepala Disdik Prov Kalteng, Biro Kesra, Kadis Kesehatan Kabupaten/Kota, Kadis Pendidikan Kabupaten/kota, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota serta Kepala Sekolah Se-Provinsi Kalimantan Tengah.

(Narasi/Foto : Gry, Redaktur : PPID Dinkes Kalteng)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *