Cegah Stunting, Dinkes Kalteng Gelar Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Tenaga Kesehatan

Cegah Stunting, Dinkes Kalteng Gelar Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Tenaga Kesehatan

Palangka Raya – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Prov Kalteng) menggelar Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Tenaga Kesehatan, Dalam Percepatan Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Angkatan I Tahun 2023, bertempat di Swissbel-Hotel Danum Palangka Raya, Selasa (01/08/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul membuka acara sekaligus memberikan sambutan, mengatakan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang dikarenakan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak janin hingga anak usia 2 tahun). Hal ini berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, yang juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan, ucapnya.

Kementerian Kesehatan memiliki target “Kabupaten/Kota melaksanakan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) di minimal 70% Desa Prioritas”. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dalam rangka percepatan pencegahan stunting sesuai konteks lokal dan kebutuhan program yang fokus pada perubahan perilaku, melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP), khususnya yang terkait dengan 6 pesan kunci, yaitu: (1) ibu hamil mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) setiap hari selama kehamilan; (2) ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil minimal 4 kali selama masa kehamilan; (3) ibu memberikan Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA) secara tepat, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberi ASI Eksklusif pada bagi 0-6 bulan, serta memberi makanan pendamping ASI dan makanan local sambal terus memberi ASI hingga anak berusia 2 tahun; (4) ibu membawa balita secara rutin ke Posyandu sebulan sekali untuk pemeriksaan tumbuh kembang; (5) ibu, anak, dan seluruh keluarga cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir di waktu-waktu penting; (6) ibu, anak dan seluruh keluarga menggunakan jamban sehat, tambah beliau.

Peserta Pertemuan Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Tenaga Kesehatan

“Tanpa adanya perubahan perilaku dari masyarakat, maka percepatan pencegahan stunting akan sulit dilakukan. Komunikasi perubahan perilaku menyediakan lingkungan pendukung yang memungkinkan individu dan masyarakat untuk berinisiatif, mempraktikkan, dan mempertahankan perilaku positif yang diharapkan tersebut,”

Lebih lanjut beliau mengatakan, untuk menjangkau sasaran di seluruh daerah, diperlukan dukungan, berupa peningkatan kapasitas yang memadai, sesuai fungsi dan perannya baik dari pusat sampai daerah. Sehingga program percepatan pencegahan stunting yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan efisien sesuai harapan. Untuk itu, diperlukan Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) agar dapat mempersiapkan tenaga kesehatan kabupaten/kota untuk selanjutnya melakukan orientasi di wilayah masing-masing bagi tenaga kesehatan Puskesmas sampai Kader-Kader Kesehatan di Desa/Kelurahan.

Maka dari itu, saya mengajak rekan-rekan peserta pelatihan yang terdiri dari tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas untuk lebih giat dalam mendorong rekan-rekan sejawat lainnya serta para kader-kader kesehatan di lapangan untuk menggunakan teknik-teknik komunikasi antar pribadi secara efektif dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli masalah kesehatan khususnya dalam pencegahan stunting.

Dan akhirnya atas izin dari Tuhan Yang Maha Esa dan kita yang hadir di ruangan ini saya nyatakan Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi tenaga kesehatan dalam percepatan pencegahan stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Angkatan I Tahun 2023 secara resmi di buka, tutupnya.

Foto Bersama

Perlu diketahui, proses Pelatihan dalam pertemuan ini yaitu mengisi pretest dan post test, Paparan dan Tanya Jawab, Diskusi, Praktir Teori dalam kelas (role play), Penugasan dan Praktik Lapangan.

Peserta pertemuan yang hadir terdiri dari Petugas Pemegang Program Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Gikia, Program Kesling serta Petugas Pemengang Program Dari Puskesmas.

(Narasi : Gery, Foto : Aris, Redaktur : PPID Dinkes)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *