Dinkes Prov Kalteng Gelar Pertemuan Evaluasi Dan Validasi Data Pelaksanaan Imunisasi Rutin di Kalimantan Tengah

Dinkes Prov Kalteng Gelar Pertemuan Evaluasi Dan Validasi Data Pelaksanaan Imunisasi Rutin di Kalimantan Tengah

Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menggelar Pertemuan Evaluasi dan Validasi Data Pelaksanaan Imunisasi Rutin di Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalteng Suyuti Syamsul.

Dalam sambutannya Suyuti mengatakan, Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain yang terbukti sangat cost effective dalam menurunkan angka kesakitan, kecatatan dan kematian akibat penyakit yang dicegah dengan imunisasi. Dengan Imunisasi, penyakit cacar telah berhasil dibasmi, dan Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974.

“Kegiatan imunisasi merupakan salah satu program  prioritas nasional dari Kementerian Kesehatan, yang merupakan sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mencapai berbagai target kesehatan baik secara global maupun nasional,” imbuhnya.

Peserta Pertemuan Evaluasi Dan Validasi Data Pelaksanaan Imunisasi Rutin

Salah satu indikator pencapaian pelaksanaan kegiatan imunisasi adalah persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL) sebesar 100% dengan capaian tahun 2023 yaitu 82,2% serta dimana masih terdapat 4 (empat) dari 14 kabupaten kota (28,6%) dengan capaian masih dibawah 80%.

“Capaian imunisasi dasar lengkapi sampai dengan bulan Mei tahun 2024 yaitu 22,4% masih jauh dari target sampai Mei seharusnya 41,6%. Daerah dengan cakupan imunisasi rendah dapat menyebabkan munculnya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan menjadi sumber penularan ke daerah lain,” ujarnya.

Imunisasi rutin merupakan imunisasi yang dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan terdiri atas  imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia satu tahun sedangkan  imunisasi lanjutan diberikan pada anak usia dibawah dua  tahun (Baduta), anak usia sekolah dasar (BIAS) dan wanita usia subur (WUS) untuk mempertahankan tingkat kekebalan daan memperpanjang masa perlindungan anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar.

Perlu diketahui, Indonesia telah berhasil menerima sertifikat bebas polio bersama dengan negara anggota WHO lainnya di Regional South East Asia Region (SEARO) pada bulan Maret 2014, sementara itu masih tersisa negara Afganistan dan Pakistan yang masih dikategorikan endemis penyakit polio.

Seluruh negara telah berkomitmen untuk bersama melakukan upaya seoptimal mungkin untuk membasmi penyakit polio dari seluruh dunia pada tahun 2026. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mencapai dan mempertahankan kekebalan tinggi dimasyarakat melalui pemberian imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan tinggi merata di semua wilayah dengan capaian 100%.

Berdasarkan penilaian risiko, Indonesia merupakan wilayah risiko tinggi penularan polio. Telah terjadi KLB cVDPV2 sejak akhir 2022 masih saja dilaporkan hingga saat ini: Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta yang terkini yaitu di Papua Tengah, Papua Pegunungan, sehingga untuk mengatasi penyebaran hal tersebut perlu dilakukan berbagai upaya.

Foto Bersama

Kegiatan Pekan Imunisasi Polio (PIN) Polio tahun 2024 dilaksanakan secara serentak bagi 27 provinsi mulai tanggal 23 Juli 2024, waktu pelaksanaan 7 hari dan 5 hari sweeping dengan jarak dosis 1 dan 2 yaitu minimal 2 minggu dengan target capaian minimal 95% semua sasaran usia 0-7 tahun dengan total sasaran provinsi sebanyak 376.165 sasaran anak.

Berbagai penguatan dan intervensi untuk peningkatan  cakupan dan kualitas pelayanan masih sangat diperlukan, seperti penguatan SDM, logistik dan cold chain, pembiayaan, termasuk edukasi dan antisipasi penolakan pelaksanaan program, tutup beliau.

Selengkapnya di website dinkes.kalteng.go.id

(Narasi : Gry, Foto : Ian, Redaktur : PPID Dinkes Kalteng)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *