Sosialisasi POPM Filariasis dengan Regimen IDA (Ivermectin, Diethylcarbamazine Citrate, Dan Albendazole) Kab.Kotawaringin Timur
Palangka Raya – Kementrian Kesehatan RI melakukan Pertemuan Sosialisasi POPM Filariasis dengan Regimen IDA (Ivermectin, Diethylcarbamazine Citrate, Dan Albendazole), bertempat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, (21/09/2022).
Kadis Kesehatan Kab.Kotawaringin Timur Umar Kaderi mengatakan, Pembangunan Kesehatan di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Kotawaringin Timur pada khususnya selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat bagi masyarakat, juga merupakan investasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi, serta peran penting dalam penanggulangan kemiskinan, imbuhnya.

Dewasa ini telah terjadi pergeseran epidemologis yaitu meningkatnya penyakit tidak menular seperti Jantung, Stroke, Kanker, Gagal Ginjal, Hipertensi, Kesehatan Jiwa, Penyalahgunaan obat terlarang dan Narkoba, Kecelakaan, Cidera, Stres, Gangguan Jiwa dan lain sebagainya. Sedangkan disisi lain untuk penyakit menular terjadi penurunan. Penyakit menular yang harus kita terus perhatikan adalah penyakit menular seperti Diare, Ispa, DBD, TB Paru, Kusta, Frambusia, Filariasis, Malaria, HIV Aids, Hepatitis B, Rabies dan Penyakit Menular lainnya.
“Salah satunya penyakit yang merupakan penyakit emerging dan jadi perhatian terbaru adalah Zoonosis dari Hewan ke Manusia, saat ini muncul penyakit Monkey Fox (Flu Monyet), entah penyakit apa lagi yang akan datang. Belum lagi masalah Bencana Alam akibat ketidak seimbangan lingkungan seperti Banjir, Kebakaran Hutan dan Sebagainya. Masalah resistensi pemakaman anti mikroba yang mempengaruhi peningkatan kasus-kasus penyakit baru yang tidak diketahui.
Dukungan Pemerintah dalam pemberantasan Filariasis di Pusat dan Daerah yaitu adanya surat Permendagri Nomor 443/4499/SJ Tanggal 13 Agustus 2015 diteruskan oleh Surat Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 200/IV-06/201 tanggal 3 Agustus 2015 tentang program percepatan penanggulangan penyakir tropis terabaikan salah satunya pelaksanaan eliminasi Kaki Gajah (Filariasis) melalui pemberian Obat pencegahan Filariasis secara massal (POPMF) di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Hadir Tim dari Kementerian Kesehatan RI dari Subdit Filariasis dan Kecacingan, Tim dari Dinas Kesehatan Prov.Kalteng, Kepala Bidang dan Kasie serta pengelola Program Dinkes Kabupaten Kotawaringin Timur.
(Artikel : Gery, Foto : PPID Bidang P2P, Redaktur : PPID Dinkes)
Tinggalkan Balasan