Dinkes Kalteng Gelar Rapat Koordinasi Lintas Program Dan Lintas Sektor Pokja Daerah Dalam Upaya Penurunan AKI Dan AKB
Palangka Raya – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Prov Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Pokja Daerah Dalam Upaya Penurunan AKI dan AKB, bertempat di Aula Bakti Husada Dinkes Prov Kalteng, Kamis (03/10/2024).
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalteng, kegiatan dibuka oleh Kabid Kesmas Fery Iriawan, dalam sambutan tertulis Kadis Kesehatan beliau mengatakan bahwa Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih tinggi dan 5 Provinsi penyumbang 50% kematian ibu dan bayi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Sulawesi Selatan.
“10 provinsi dengan persentase kematian ibu dan bayi tertinggi yaitu : Aceh. Papua, Sulawesi Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Sulawesi Tengah. Sehingga ditahun 2023 semua Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Tengah menjadi Lokus Percepatan Penurunan AKI dan AKB,” ucapnya.

Berdasarkan Trend Jumlah Kematian Ibu di Provinsi Kalimantan Tengah, bila dibanding dari tahun 2019 – 2020 ada penurunan sebesar 8%, tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 28%, ditahun 2022 mengalami penurunan sebesar 34%, dan ditahun 2023 terjadi peningkatan kematian ibu sebesar 18% dengan AKI sebesar 179/100.000 KH.
“Akar masalah dari kematian ibu dan bayi di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data agregat dari hasil Pengkajian Audit Maternal Perinatal Survailans Respon menyatakan bahwa Faktor Medis sangat berpengaruh,” tambahnya.
Kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan terkait. Untuk itu seiring dengan kebijakan pusat maka daerah pun akan melakukan secara konvergensi melalui strategi pencapaian penurunan AKI dan AKB yaitu melalui Peningkatan akses, kualitas dan pemberdayaan masyarakat di pelayanan kesehatan serta penguatan tata kelola kesehatan.
Perlu diketahui, agenda pada kegiatan ini yaitu dalam rangka menyingkapi Isu dan Prioritas Nasional terhadap Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dimana menjadi salah satu target Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan adanya rapat ini kita juga bersama-sama kita dengarkan Analisis Situasi terkait AKI dan AKB Provinsi Kalimantan Tengah dari Pakar OP POGI Cabang Palangka Raya dan OP IDAI Cabang Kalimantan Tengah dilanjutkan pembacaan terhadap Draf Surat Keputusan POKJA AKI AKB serta Rencana Aksi Daerah Kelompok Kerja Percepatan Penurunan AKI dan AKB Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024 – 2025.
(Narasi : Gry, Foto : Bid.Kesmas, Redaktur : PPID Dinkes Kalteng)
Tinggalkan Balasan