Berita Utama

DAK Kesehatan

Webinar Advokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun 2020/2021 Tingkat Prov.Kalteng

| Rabu, 18 November 2020 - 08:53:53 WIB | dibaca: 397 pembaca

DAK merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Sejak dialokasikan pertama kali pada tahun 2003, DAK mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari besaran alokasinya maupun dari cakupan bidang dan kegiatan yang didanai dari DAK.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Untuk pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan tahun 2020 saya menyoroti masih rendahnya serapan untuk DAK Non Fisik masih <40% padahal sudah sampai triwulan III saya minta agar dilakukan percepatan pelaksanaan dan penyerapan anggaran untuk kegiatan yang dibiayai oleh DAK Non Fisik, sedangkan untuk DAK fisik meskipun realisasi juga <35% saya berharap bahwa semua proses pelelangan sudah dilaksanakan tinggal proses pelaksanaan kegiatan dan pembayaran, karena ada perpanjangan batas waktu proses pelelangan DAK Fisik sampai dengan tanggal 31 Agustus 2020.

Alokasi DAK Bidang Kesehatan tahun 2021 Secara total ada peningkatan alokasi dari tahun 2020 yaitu sebesar 1,7 % (Rp. 12.388.736.000) terutama pada DAK Non Fisik (dana BOK) meskipun ada penurunan pada alokasi DAK Fisik, tetapi dimasa pandemi Covid-19 yang masih melanda saat ini hal ini wajib kita sikapi dengan optimisme dan kerja keras untuk mewujudkan pembangunan kesehatan, Senin (16/11).

Khusus untuk alokasi BOK Tambahan yang diperuntukan pembayaran Insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 kita Kalteng mendapatkan alokasi total sebesar Rp. 39.532.500.000 sampai saat ini realisasi penyerapan anggaran baru 27,17%, saya minta semua sudah diproses untuk masuk dalam struktur anggaran dimasing-masing Dinas Kesehatan Kab/Kota dan lakukan proses pembayaran sesuai dengan Petunjuk Teknis serta Surat edaran yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan. Saya berharap dana ini bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membantu para tenaga kesehatan yang berjuang secara langsung dilapangan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai tahapan pengendalian dan pemantauan pelaksanaan DAK bidang kesehatan tahun anggaran 2020 pada kabupaten/kota se Kalimantan Tengah serta memastikan kesiapan daerah untuk menyiapkan data dukung dan melengkapi seluruh usulan DAK Non Fisik bidang kesehatan Tahun Anggaran 2021. Pembangunan Kesehatan yang dimaksud di sini merupakan pembangunan secara program baik dari Gizi, Pelayanan Kesehatan tingkat dasar, Pelayanan tingkat lanjut, KIA, PTM, P2M, dan program lainnya. Bukan hanya dari sisi program tetapi juga dari sisi manajerial yaitu perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan program kesehatan. Sehingga output yang ingin dihasilkan dapat realistis untuk dicapai, realistis untuk diukur, spesifik, efisien dari segi waktu dan efektif dalam mencapai sasaran.

Salah satu strategi untuk mencapai pembangunan kesehatan yang ideal dapat kita mulai dengan mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. Kita tahu bahwa untuk mendapatkan angka tersebut bukan hal yang mudah terlebih penilaian SPM tersebut WAJIB 100 %. Angka yang dikumpulkan oleh Provinsi Kalimantan Tengah merupakan data agregasi dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Tengah sehingga kami pihak provinsi pun mendukung pencapaian 12 Indikator SPM di Seluruh Kabupaten/Kota untuk mendapatkan hasil maksimal.

Sebagai gambaran bahwa pencapaian 12 Indikator SPM di Kalimantan Tengah tahun 2019 kita masih memiliki Pekerjaan Rumah yang sangat berat. Saya katakan sangat berat karena ada beberapa indikator yang nilainya di bawah 65%, yaitu

a.    Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar (63,99)

b.    Pelayanan Kesehatan Balita (62,95)

c.    Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut (52,59)

d.    Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif (46,02)

e.    Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV (39,57)

 

Sedangkan Status pendataan keluarga pada aplikasi keluarga sehat di provinsi Kalimantan Tengah Oktober 2020 berdasarkan hasil input data dari puskesmas yang telah melakukan pendataan dan memiliki akun aplikasi Keluarga Sehat, sudah sebanyak 465.189 keluarga yang telah terdata lengkap dan telah mendapat intervensi awal melalui kunjungan pendataan keluarga sehat sebanyak 437.218 Keluarga, yang masih belum komplit 27.971 KK (4,3%)

Dan ada sebanyak Enam indikator yang sangat kritis nilai capaiannya <50% dari target yang harus dipenuhi, sehingga dapat disimpulkan permasalahan yang dihadapi provinsi Kalimantan Tengah saat ini berdasarkan status Indek Keluarga Sehat tersebut yaitu:

  1. Sebesar 75,3% penderita hipertensi yang TIDAK berobat secara teratur;
  2. Sebesar 71,1% penderita gangguan jiwa berat BELUM diobati dan ditelantarkan;
  3. Masih ada sebesar 60,9% penderita TB paru yang BELUM berobat sesuai standar;
  4. Sebesar 54,50% ada anggota keluarga yang merokok.
  5. Ada 51,9% Jumlah Keluarga yang BELUM mengikuti program KB
  6. Ada sebesar 50,00% keluarga BELUM menjadi anggota JKN

 

Sumber : Subbag PP Dinkes Prov.Kalteng










Komentar Via Website : 0