Berita Utama

Workshop ASDK

Sosialisasi Permenkes Tentang Sistem Informasi Puskesmas (SIP) Tingkat Prov.Kalteng Tahun 2020

| Senin, 23 November 2020 - 10:05:45 WIB | dibaca: 247 pembaca

Palangka Raya - Sistem Informasi Kesehatan (SIK) terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi. Manajemen SIK terus disempurnakan mulai dari aspek atau komponen hardware, aplikasi, brainware serta mekanisme dan substansi data atau informasinya yang dikelola. Namun hingga saat ini SIK di lingkungan institusi kesehatan dirasakan masih berjalan secara terfragmentasi dan perkembangan yang variatif antar daerah dan antar level institusi manajemen dan pelayanan kesehatan.

Berbagai upaya telah dilakukan antara lain pengembangan SIK berbasis elektronik (web-based) secara bertahap mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi sampai Kementerian Kesehatan RI. Kabupaten/Kota sudah mengembangkan aplikasi di Puskesmas, baik yang berbasis web maupun desktop dengan berbagai macam bahasa pemrograman dan database yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan sulitnya terjadi integrasi aplikasi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Prov.Kalteng Zainuri, SH.M.Kes mengatakan, Kementerian Kesehatan, khususnya Pusdatin terus berusaha mengkoordinasikan pengembangan aplikasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah dengan melakukan interoperabiltas dua sistem. Dalam hal ini, terdapat program open source yang bernama Aplikasi Satu Data Kesehatan dengan (ASDK) platform District Health Information System 2 (DHIS2) yang dapat dimanfaatkan. ASDK memungkinkan untuk pengumpulan data, mengelola, dan menganalisis data, Jum’at (20/11).

ASDK juga merupakan sistem yang dapat digunakan melakukan atau mengalirkan data dari dua sistem untuk kemudian keluar dalam satu dashboard penyajian data. Implementasi ASDK menekankan aspek integrasi sumber data baik di tingkat nasional maupun daerah. Berbagai sumber data diintegrasikan ke dalam ASDK yang menyediakan berbagai fitur untuk manajemen data, validasi, analisis, dan visualisasi data kesehatan.  Kemampuan ini menjawab kebutuhan Kemenkes untuk mewujudkan data satu pintu dan dapat diterapkan di semua Dinas Kesehatan di Indonesia, Ujarnya.

Keberadaan Aplikasi Satu Data Kesehatan ini akan membuat tata kelola data Kesehatan lebih bagus serta memberikan kontribusi pada tata kelola yang baik dalam rangka mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan. Aplikasi Satu Data Kesehatan ini mencakup data penyakit, data fasilitas kesehatan, data SDM Kesehatan dan data anggaran.

Sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yg menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Dalam rangka meningkatkan manajemen penyelenggaraan, puskesmas perlu dukungan Sistem Informasi Puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sistem Informasi Puskesmas (SIP) merupakan suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya. Definisi ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. SIP bukanlah barang baru. SIP merupakan SP2TP revisi, atau SP3 maupun SIMPUS yang telah direvisi yang muncul dengan nama baru yaitu Sistem Informasi Puskesmas (SIP).

Setiap Puskesmas wajib melakukan kegiatan sistem informasi puskesmas baik secara elektronik maupun non elektronik. SIP merupakan bagian dari sistem informasi kesehatan kabupaten/kota. Dalam menyelenggarakan SIP, Puskesmas wajib menyampaikan laporan kegiatan Puskesmas secara berkala kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Laporan kegiatan Puskesmas merupakan sumber data dari pelaporan data kesehatan prioritas yang diselenggarakan melalui komunikasi data.

Perlu kami sampaikan bahwa Dinas Kesehatan Prov.Kalteng sedang membangun dan mengembangkan Aplikasi ASIK – CAKEF untuk mengumpulkan dan mengolah data tahunan profil kesehatan Prov.Kalteng. Diharapkan aplikasi ASIK – CAKEF dapat terintegrasi dan interoperability dengan Sistem Informasi Puskesmas (SIP) dengan melakukan brigding. Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dalam beberapa tahun terakhir berusaha untuk mendapatkan data profil kesehatan ke sumber datanya seperti puskesmas dan rumah sakit agar memperoleh data yang lebih lengkap, update, valid dan komprehensif. Diharapkan keberadaan aplikasi ASIK –CAKEF tidak menambah beban kerja petugas data di puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten kota namun akan lebih mempermudah dalam mempersiapan data data profil kesehatan kabupaten kota karena kedepannya aplikasi ASIK – CAKEF akan kita bridging dengan semua aplikasi kesehatan yang saat bapak ibu pergunakan.

Oleh karena itu, Saya berharap dengan adanya Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) dan Sistem Informasi Puskesmas (SIP) dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas data serta terintegrasinya semua aplikasi  data kesehatan sehingga transaksi data maupun penyampaian informasi di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan akan lebih mudah, tepat waktu dan menghasilkan data yang lebih baik, valid, lengkap dan konsisten.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi, khususnya pengelola data di Provinsi dan  Kabupaten Kota, serta saudara-saudara pengelola sistem informasi kesehatan (SIK) di Puskesmas. Pada kesempatan ini pula saya mengajak kepada semua pihak untuk saling bersinergi dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan guna tercapainya sasaran pembangunan kesehatan yang berbasis data.

 

Sumber : Subbag PP Dinkes Kalteng










Komentar Via Website : 0