Berita Utama

ASIK CAKEF

Sosialisasi Aplikasi Asik-Cakef Bagi Pengelola Data Di Tingkat Kabupaten/Puskesmas di 3 Wilayah Teng

| Jumat, 11 September 2020 - 10:24:25 WIB | dibaca: 81 pembaca

Ketersediaan dan pemanfaatan informasi kesehatan sangat diperlukan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dijelaskan mengenai tanggung jawab pemerintah dalam ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi & fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Informasi kesehatan ini dapat diperoleh melalui Sistem Informasi Kesehatan atau SIK.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah telah membuat Aplikasi ASIK CAKEF (Aplikasi Sistem Kesehatan Yang Cepat ,Akurat Komprehensif, Effektif, Dan Fleksibel) yang merupakan aplikasi yang berbasis web yg bertujuan untuk mempermudah pengisian dan pengumpulan data lampiran profil kesehatan kabupaten kota maupun data serta informasi kesehatan lainnya. Aplikasi ini kedepannya diharapkan dapat menghubungkan secara online dan terintegrasi seluruh puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik itu milik pemerintah maupun swasta, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, dan Kementerian Kesehatan. Aplikasi ASIK - CAKEF dikembangkan dalam rangka meningkatkan kualitas transaksi data kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi, (10/9).

Sosialisasi yang dilaksanakan melalui Daring Zoom Meeting kali ini di ikuti oleh 3 Kabupaten/Puskesmas di Wilayah Tengah yaitu Kab.Kapuas, Pulang Pisau dan Gunung Mas. Dengan adanya desentralisasi, pengembangan sistem informasi kesehatan daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun belum adanya kebijakan tentang standar pelayanan bidang kesehatan (termasuk mengenai data dan informasi) mengakibatkan persepsi masing-masing pemerintah daerah berbeda-beda. Hal ini menyebabkan sistem informasi kesehatan yg dibangun tidak standar juga. Variabel maupun format input/output yang berbeda, sistem dan aplikasi yang dibangun tidak dapat saling berkomunikasi.

Melihat berbagai kondisi di atas maka dibutuhkan suatu aplikasi sistem informasi kesehatan yang bisa mengakomodir dan memfasilitasi permasalahan terkait data di daerah pada semua level pelayanan kesehatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.       

Dengan penerapan ASIK – CAKEF ini nantinya dapat memudahkan petugas puskesmas muapun petugas SIK di tingkat kabupaten/kota untuk melakukan pencatatan dan pelaporan capaian hasil kegiatan dan program kesehatan yang hasil akhirnya adalah profil kesehatan kabupaten/kota yang merupakan gambaran hasil pembangunan dibidang kesehatan di tingkat kabupaten/kota.

Diharapkan aplikasi tersebut dapat berguna secara efektif sebagai alat komunikasi pengelola data/informasi di daerah, dapat saling tukar menukar data dan informasi, serta membantu pengelola data/informasi agar selalu siap memberikan data atau gambaran kondisi kesehatan secara utuh dan berdasarkan bukti.

Oleh karena itu, Saya berharap upaya peningkatan kualitas dan kuantitas data yang memanfaatkan teknologi informasi seperti ASIK - CAKEF sehingga transaksi data di puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten kota akan lebih mudah, tepat waktu dan menghasilkan data yang lebih baik, valid, lengkap dan konsisten, Ujarnya.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi, khususnya pengelola data di Provinsi dan  Kabupaten Kota, serta saudara-saudara pengelola sistem informasi kesehatan (SIK) di Puskesmas. Pada kesempatan ini pula saya mengajak kepada semua pihak untuk saling bersinergi dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan guna tercapainya sasaran pembangunan kesehatan yg berbasis data.

 

Sumber : PPID Dinkes Prov Kalteng

 










Komentar Via Website : 0