Berita Utama

Gf Malaria

Pertemuan Monitoring Dan Evaluasi Malaria Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020

| Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:55:14 WIB | dibaca: 72 pembaca

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah membebaskan masyarakat dari malaria karena malaria merupakan salah satu penyakit menular yang berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia, dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Oleh karena penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, maka membebaskan masyarakat dari malaria (eliminasi malaria) memerlukan komitmen global, regional dan nasional.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Penanggulangan malaria dilakukan dengan upaya preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan kesehatan) dan kuratif (pengobatan) yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB. Untuk mencapai hasil yang optimal, upaya preventif dan kuratif tersebut harus dilakukan dengan intensif, berkualitas, komprehensif dan berkesinambungan. Kebijakan pengendalian malaria terkini, bahwa diagnosis malaria harus terkonfirmasi baik secara mikroskopis maupun Rapid Diagnostic Test (RDT) dan menggunakan obat yang efektif dan aman yaitu Artemisinin Combination Therapy (ACT) dan Primakuin.

Eliminasi malaria adalah upaya membebaskan masyarakat dari penularan malaria dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga memerlukan dukungan berbagai sektor, swasta atau dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan. Dasar hukum dalam eliminasi malaria adalah adanya Permenkes 293/ MENKES/SK/IV/2009 tanggal 28 April 2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat, yang terbebas dari penularan malaria secara bertahap sampai tahun 2030. Komitmen eliminasi malaria ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Edaran Mendagri No. 443.41/465/SJ Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Program Eliminasi Malaria Di Indonesia.

Di Kalimantan Tengah sampai dengan tahun 2019 terdapat 10 Kabupaten/Kota yang sudah mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria diantaranya : Kabupaten Kotawaringin Barat, Barito Timur dan Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, Palangka Raya. Tahun 2020, Kabupaten Pulang Pisau sudah dinyatakan memenuhi kriteria untuk Eliminasi Malaria (tinggal menunggu Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan kepada Pemda Kabupaten Pulang Pisau). Sehingga masih ada 3 kabupaten yang perlu komitmen untuk bisa melakukan percepatan eliminasi malaria di wilayahnya yaitu Kapuas, Gunung Mas dan Murung Raya.  

Banyak permasalahan yang terus kita hadapi di dalam dunia kesehatan, terutama terkait dengan Covid 19. Rekan – rekan diharapkan agar tetap melaksanakan kegiatan Penanggulangan Malaria tentunya dengan mengedepankan Protokol Kesehatan.

 

Sumber : Bidang P2P Gf Malaria










Komentar Via Website : 0