Berita Utama

AMP

Penguatan Audit Maternal Perinatal (AMP) Survailans Dan Respons Prov.Kalteng Tahun 2020

| Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:35:26 WIB | dibaca: 65 pembaca

Palangka Raya - Kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya di Asia. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, Indonesia didapatkan AKI sebesar 305/100.000 KH yang artinya ada 38 ibu meninggal setiap harinya. Angka ini masih jauh dari target Millenium Development Goal’s (MDGS) yaitu AKI : 102/100.000 KH, sedangkan target Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030 mendatang ditargetkan AKI : 70/100.000 KH. Demikian pula Angka Kematian Bayi Baru Lahir/Neonatal (AKN) menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 yaitu bayi berusia 0- 28 hari sebesar 15/1.000 KH. Dan untuk Angka Kematian Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 24/1.000 KH. Adapun target SDGs Untuk AKN sebesar 7/1.000 KH dan AKB sebesar 12/1.000 KH.

Dalam Sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Sementara itu berdasarkan data rutin Program Kesga Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, AKI ditahun 2019 sebesar 150/100.000 KH (81 kasus) dan sampai pertengahan tahun 2020 AKI sebesar 144/100.000 KH (29 kasus) dimana angka ini menunjukkan posisi yang masih landai. Sedangkan untuk AKN ditahun 2019 sebesar 5/1.000 KH (283 kasus) dan AKB sebesar 6/1.000 KH (335), sampai dipertengahan tahun 2020 baik AKN dan AKB ada peningkatan, AKN sebesar 60% yaitu 9/1.000 KH (194 kasus) dan untuk AKB sebesar  55% yaitu 11/1.000 KH (194 kasus). Indikator, target, dan capaian ini merupakan tanggungjawab yang membutuhkan kerja keras bersama, Senin (19/10).

Ditahun 2020 Provinsi Kalimantan Tengah ada 2 (dua) dari 120 Kabupaten/Kota se Indonesia yang ditetapkan sebagai Kabupaten Lokus Penurunan AKI dan AKB yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Dan untuk tahun 2021 ada penambahan 1 (satu) Kabupaten yaitu Kabupaten Murung Raya. Dari 3 Kabupaten ini ada beberapa Kabupaten yang mempunyai irisan dengan Kabupaten Lokus Stunting di tahun 2020 dan juga Kabupaten Lokus TB untuk tahun 2021.

Dengan adanya penetapan Kabupaten/Kota Lokus Penurunan AKI dan AKB, ada poin penting dalam upaya terobosan penurunan AKI dan AKB yaitu melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir sesuai standar sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta dalam rangka percepatan penurunan AKI dan AKN. Upaya tersebut berupa : Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, Peningkatan Manajemen Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, termasuk monitoring dan evaluasi serta bimbingan teknis, advokasi lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, peningkatan peran serta masyarakat, serta pemenuhan sarana pendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Audit Maternal Perinatal (AMP) adalah upaya dalam penilaian pelaksanaan pelayanan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir melalui pengkajian dan pembahasan kasus kematian ibu dan bayi baru lahir sejak di masyarakat sampai di fasilitas pelayanan kesehatan. Sehingga kendala yang timbul dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir pada saat terjadi kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir akan dapat menghasilkan suatu rekomendasi yang tepat dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di masa datang.

Kegiatan AMP juga telah banyak mendorong perubahan kebijakan-kebijakan lokal serta perbaikan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan perinatal, bahkan dalam situasi keterbatasan sekalipun. Namun begitu AMP yang biasa dilakukan hanya mencakup kematian maternal langsung, dan untuk kematian ibu yang tidak langsung kemungkinan besar tidak teridentifikasi dan tidak terlaporkan sehingga data rutin yang ada selama ini cenderung under-reporting. Untuk menjawab ini maka focus AMP tidak hanya pada review kematian ibu dan neonatal saja akan tetapi juga pada penguatan terhadap Maternal Death Surveillance and Response serta dan Making Every Baby Count yaitu penguatan didalam identifikasi kematian ibu dan neonatal serta respon ataupun penanggulangan (actions) terhadap hasil rekomendasi AMP yang sudah disepakati saat pengkajian AMP.

 

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat










Komentar Via Website : 0