Berita Utama

Bidang Kesmas

Orientasi Pengembangan Kelas Ibu Di Rumah Sakit Dan Tempat Kerja

| Kamis, 01 Oktober 2020 - 10:37:38 WIB | dibaca: 139 pembaca

Palangka Raya - Angka Kematian Ibu dan Bayi merupakan salah satu indikator dalam tujuan pembangunan Kesehatan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) IV priode Tahun 2020–2024 dan juga Pembangunan Kesehatan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 20152030.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyatakan AKI Nasional sebesar 305/100.000 KH, AKB 22/1000 KH dan AKBA 26/1000 KH. Melihat dari hasil capaian indikator utama secara Nasional dengan target Indikator MDGs yang berakhir ditahun 2015 bahwa AKI 102/100.000 KH dinyatakan sangat sulit untuk dicapai dan merupakan agenda yang belum terselesaikan. Sedangkan AKB 23/1000 KH dan AKABA 32/1000 KH dinyatakan target MDGs Tercapai, namun bila dihitung angka kematian absolut masih tinggi yaitu sebanyak 112.549 bayi meninggal pertahun dan sebanyak 156.590 balita meninggal pertahun berarti dalam satu hari sebanyak 308 bayi meninggal dan sebanyak 429 balita meninggal atau sebanyak 13 bayi meninggal/jam dan 18 balita meninggal per jam.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr.Suyuti Syamsul, MPPM. Acara yang diselenggarakan ditengah Pandemi Covid-19 ini menerapkan Protokol Kesehatan dengan syarat semua peserta Wajib Menggunakan Masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan Menjaga Jarak.

Seperti kita ketahui bahwa salah satu indikator yang harus dicapai dalam peningkatan kesehatan ibu adalah cakupan pelayanan antenatal K4. Saat ini kualitas terhadap pelayanan antenatal K4 masih 70,0% (data Riskesdas 2013). Sedangkan salah satu indikator dalam peningkatan pelayanan kesehatan bayi adalah Kunjungan Neonatal (KN).  Berdasarkan data Riskesdas 2013 bahwa KN 1 sebesar 71,3% dan KN lengkap sebesar 39,3%. Besarnya kesenjangan tersebut menunjukkan kepatuhan masyarakat untuk datang ke pelayanan kesehatan masih sangat rendah.

Arahan Kebijakan Pembangunan Kesehatan dalam rangka penurunan AKI dan AKB yaitu dengan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bersifat Preventif dan Promotif pada ibu hamil sampai balita berdasarkan siklus hidup. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam rangka meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan antenatal agar dapat mencapai K4 dan pelayanan kunjungan neonatal sampai KN lengkap adalah melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan pengembangan Kelas Ibu di RS dan Tempat Kerja, yang meliputi Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita.

Kelas Ibu Hamil adalah sarana untuk belajar kelompok bagi ibu hamil, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, dengan menggunakan Buku KIA.  Melalui Kelas Ibu Hamil, diharapkan ibu hamil dapat lebih memahami isi dari Buku KIA. Sedangkan Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator, dalam hal ini digunakan Buku KIA.

Untuk itu di tingkat RS dan Tempat Kerja, dokter, bidan sebagai fasilitator perlu diberikan orientasi tentang kelas ibu agar dapat melaksanakannya dengan optimal melalui kegiatan “Orientasi Pengembangan Kelas Ibu di RS dan Tempat Kerjatahun 2020.

 

Sumber : Bidang Kesmas Dinkes Prov.Kalteng










Komentar Via Website : 0