Berita Utama

Kesmas

Orientasi Pemberdayaan Lansia Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Tingkat Prov.Kalteng Tahun 2020

| Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:45:55 WIB | dibaca: 135 pembaca

Salah satu keberhasilan pembangunan kesehatan dan kemajuan teknologi adalah meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) yang memiliki korelasi positif terhadap peningkatan populasi lanjut usia (lansia). Sementara itu, sesuai hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, pola penyakit terbanyak pada lansia sudah bergeser ke arah penyakit kronik degeneratif dan cenderung menderita penyakit lebih dari satu (multi patologi). Kondisi tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama, sehingga perlu upaya yang tepat dan intensif untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, berdasarkan data Susenas KOR tahun 2016, angka kesakitan pada lansia sebesar 27,46%, sehingga terlihat bahwa 72,54% lansia masih sehat. Selanjutnya berdasarkan data Sakernas tahun 2016, sebanyak 47,37% lansia masih aktif bekerja dan 32,4% mengurus rumah tangga. Lansia laki-laki yang bekerja (62,98%) lebih banyak dibanding perempuan (50,10%), sementara perempuan lebih banyak menjadi ibu rumah tangga (33,31%). Hal ini menunjukkan bahwa lansia masih potensial untuk dapat berdaya guna. Maka dari itu, sudah saatnya lansia tidak hanya dipandang sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek yang dapat berperan dalam  membantu  meningkatkan  derajat  kesehatan  masyarakat dan khususnya kesehatan keluarga. Hal ini juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia, yang akan berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia.

Pemberdayaan lanjut usia (lansia) merupakan kegiatan atau proses peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan lansia untuk berperilaku sehat dan mampu mengatasi masalah kesehatan bagi diri dan keluarga serta masyarakat lingkungannya. Lansia yang berdaya guna akan menjadi subyek dalam meningkatkan kesehatan keluarga termasuk kesehatan dirinya. Menurut beberapa sumber dikatakan bahwa pemberdayaan lansia juga  memiliki  dampak  positif bagi  pemeliharaan  fungsi  kognitif, bahkan berpengaruh pada perlambatan morbiditas dan mortalitas serta terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. Pelaksanaan pemberdayaan Lansia di Provinsi Kalimantan Tengah belum dilaksanakan secara maksimal di masyarakat sehingga perlu diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep pemberdayaan lansia oleh penggelola program Lansia di Kabupaten/ Kota dan Puskesmas.

Saya menyambut baik diadakannya kegiatan Orientasi Pemberdayaan Lansia dalam meningkatkan Kesehatan Lansia yang akan digunakan sebagai acuan bagi pengelola program kesehatan lansia tingkat kabupaten/kota   dan   puskesmas   dalam   upaya   meningkatkan status kesehatan keluarga dan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan lansia. Apresiasi saya sampaikan atas inisiatif disusunnya kegiatan ini, serta atas segala daya upaya yang telah diberikan oleh semua pihak. Semoga kegiatan pemberdayaan ini dapat meningkatkan partisipasi aktif lansia dalam meningkatkan status kesehatan keluarganya, sehingga tercapai keluarga sehat dan kualitas hidup lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif, Imbuhnya.

 

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat










Komentar Via Website : 0