Berita Utama

Gf Tuberkulosis

Monitoring Dan Evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Prov.Kalteng Tahun 2020

| Senin, 23 November 2020 - 08:20:41 WIB | dibaca: 126 pembaca

            Palangka Raya - Indonesia  merupakan salah satu dari negara dengan beban TBC tertinggi di dunia tepatnya ke 2 setelah India. Merupakan sebuah kemunduran dari tahun 2018-2019 dimana Indonesia berada di urutan ke 3 setelah India dan Cina. Berdasarkan Global TB Report Tahun 2019 diketahui insiden TBC sebanyak 845.000 kasus serta mortalitas TBC 34/100.000 penduduk / tahun. Ditambah dengan muncul tantangan baru bagi pengendalian TBC, yaitu pandemi covid-19;

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Pada survey assessment yang dilakukan oleh Subdit TB pada bulan April yang diisi oleh 32 Provinsi dan 342 Kabupaten/Kota, menunjukkan bahwa pada tingkat provinsi sebanyak 38% responden menyatakan semua tenaga wasor TB merangkap tugas untuk Covid-19, dan sebanyak 19% lainnya menyatakan semua wasor TB dialihkan untuk menangani Covid-19. Kondisi yang sama juga terjadi pada tingkat kabupaten/kota yakni sebanyak 34% responden menyatakan semua tenaga wasor TB merangkap tugas untuk Covid-19 dan 13% lainnya menyatakan semua tenaga wasor TB dialihkan untuk menangani Covid-19.

Di Kalimantan Tengah sendiri pada Tahun 2019 berhasil dicatat sebanyak 3825 pasien TBC, dari estimasi insiden 9369 pasien atau angka penemuan kasus yang berhasil dicapai (Case Detection Rate) 42%; masih di bawah target nasional yaitu CDR 60%, dengan sebaran pasien absolute terbanyak ada di Kotawaringin Barat (614 pasien), dan CDR tertinggi ada di Murung Raya sebesar 60%, sedangkan angka keberhasilan pengobatan (Succes Rate) Provinsi Kalimantan tengah tahun 2018 sebesar 84 % atau masih di bawah  target Nasional yaitu 90%, Jum’at (20/11).

         Pada Tahun 2020 terjadi perlambatan pencapaian program TBC di Kalimantan tengah dikarenakan kesulitan adaptasi sistem surveilans terbaru yaitu SITB dengan kebutuhan pengentrian data harus secara online langsung dari tingkat Faskes , selain itu diperparah oleh pandemi covid-19; namun walupun menghadapi pandemi, target program pengendalian TBC di Kalimantan Tengah tetap harus berada pada jalur menuju Indonesia eliminasi TBC 2030 dengan sasaran indikator program tahun 2020 yaitu :

·         Penemuan TBC, CDR (Case Detection Rate)  berdasarkan target Nasional harus mencapai 70%

·         Angka kesembuhan dan Keberhasilan Pengobatan>90%

·         Utilisasi  TCM (tes cepat molekuler) untuk deteksi TBC Resisten obat sebesar 80%

Untuk mencapai target tersebut sudah diberikan panduan upaya antara lain :

·         memaksimalkan jejaring PPM  (Public private mix) agar kasus TBC dari layanan swasta bisa tercatat dan terlaporkan

·         Integrasi SITB(sistem informasi Tuberkulosis) SIMRS

·         Melaksanakan Layanan TBC Resisten Obat di seluruh Kabupaten/kota dengan intervensi obat TBC RO non injeksi.

·         Intervensi paduan Pengobatan pencegahan TBC dengan jangka waktu yang lebih pendek

 

 

Sumber : Gf TB Bidang P2P










Komentar Via Website : 0