Berita Utama

Orientasi

Orientasi Fasilitator Kelas Ibu Tahun 2018

| Senin, 17 September 2018 - 09:43:40 WIB | dibaca: 97 pembaca

Angka Kematian Ibu dan Bayi merupakan salah satu indikator dalam tujuan pembangunan Kesehatan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III priode Tahun 2015–2019 dan juga Pembangunan Kesehatan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2015–2030.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyatakan AKI Nasional sebesar 305/100.000 KH, AKB 22/1000 KH dan AKBA 26/1000 KH. Melihat dari hasil capaian indikator utama secara Nasional dengan target Indikator MDGs yang berakhir ditahun 2015 bahwa AKI 102/100.000 KH dinyatakan sangat sulit untuk dicapai dan merupakan agenda yang belum terselesaikan. Sedangkan AKB 23/1000 KH dan AKABA 32/1000 KH dinyatakan target MDGs Tercapai, namun bila dihitung angka kematian absolut masih tinggi yaitu sebanyak 112.549 bayi meninggal pertahun dan sebanyak 156.590 balita meninggal pertahun berarti dalam satu hari sebanyak 308 bayi meninggal dan sebanyak 429 balita meninggal atau sebanyak 13 bayi meninggal/jam dan 18 balita meninggal/jam.

Seperti kita ketahui bahwa salah satu indikator yang harus dicapai dalam peningkatan kesehatan ibu adalah cakupan pelayanan antenatal K4. Saat ini kualitas terhadap pelayanan antenatal K4 masih 70,0% (data Riskesdas 2013). Sedangkan salah satu indikator dalam peningkatan pelayanan kesehatan bayi adalah Kunjungan Neonatal (KN).  Berdasarkan data Riskesdas 2013 bahwa KN 1 sebesar 71,3% dan KN lengkap sebesar 39,3%. Besarnya kesenjangan tersebut menunjukkan kepatuhan masyarakat untuk datang ke pelayanan kesehatan masih sangat rendah.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam rangka meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan antenatal agar dapat mencapai K4 dan pelayanan kunjungan neonatal sampai KN lengkap adalah melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan pengembangan Kelas Ibu yang meliputi Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. Kelas Ibu Hamil adalah sarana untuk belajar kelompok bagi ibu hamil, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, dengan menggunakan Buku KIA.  Melalui Kelas Ibu Hamil, diharapkan ibu hamil dapat lebih memahami isi dari Buku KIA. Sedangkan Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator, dalam hal ini digunakan Buku KIA.

Untuk itu di tingkat puskesmas dan desa, dokter, bidan sebagai fasilitator perlu diberikan orientasi tentang kelas ibu agar dapat melaksanakan kelas ibu hamil dan kelas ibu balita dengan optimal melalui kegiatan “Orientasi Fasilitator  Kelas Ibu” tahun 2018. Kegiatan dilaksanakan bertempat di Avicenna Hotel Jl. Merak No. 1 Palangka Raya. Adapun Peserta Pertemuan sebanyak 36 orang. 33 Orang dari 11 PKM dari 3 Kabupaten yaitu Kobar 4 PKM (Pandu Sanjaya, Sungai Rangit, Kumai, Runtu), Kotim 4 PKM (Bapinang, Pasir Putih, Cempaka Mulia, Pundu), Seruyan 3 PKM (Kuala Pembuang II, Terawan, Pembuang Hulu). Dalam @ PKM (1 Orang Dokter PKM, 1 Orang Bikor dan 1 Orang Bidan Desa) dan 3 Orang dari 3 Kabupaten yaitu Pengelola Program Kesga masing-masing Kabupaten. Tujuan Kegiatan itu sendiri adalah untuk Meningkatkan pemahaman Nakes dalam kegiatan pelaksanaan kelas ibu, Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Capaian Program Kesehatan Ibu dan Anak dan Memberikan rencana tindaklanjut untuk pelaksanaan dan pengembangan Kelas Ibu.(Ervan_KesMas)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)