Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM membuka acara sekaligus memberi arahan pada acara Monitoring Evaluasi Pemeriksaan TCM Dan Sistem Transportasi Spesimen Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di Aurila Hotel Palangka Raya, Jumat (26/11/2021).

Kadiskes mengatakan, Indonesia  merupakan salah satu dari negara dengan beban TBC tertinggi di dunia tepatnya ke 2 setelah India. Merupakan sebuah kemunduran dari tahun 2018-2019 dimana Indonesia berada di urutan ke 2 setelah India. Berdasarkan Global TB Report Tahun 2019 diketahui insiden TBC sebanyak 845.000 kasus serta mortalitas TBC 34/100.000 penduduk/tahun. Dengan muncul tantangan baru bagi pengendalian TBC, yaitu pandemi covid-19 dimana penyakit TB merupakan salah satu komorbid yang berpengaruh memperburuk pandemi, dan merupakan salah satu faktor komorbid yang harus di screening sehingga berpotensi memperlambat proses pemberian vaksinasi covid-19, imbuhnya.

Di Kalimantan Tengah sendiri pada Tahun 2020 berhasil dicatat sebanyak 2471 pasien TBC menurun jauh dari penemuan TB 2019 dia angka 3825 pasien. Dari estimasi insiden 9369 pasien atau angka penemuan kasus yang berhasil dicapai (Case Detection Rate) 26%; masih di bawah target nasional yaitu CDR 70%, dan dibawah pencapaian tahun 2019 ( 41%), sedangkan angka keberhasilan pengobatan (Succes Rate) Provinsi Kalimantan tengah tahun 2019 sebesar 86 % atau masih di bawah  target Nasional yaitu 90%. Progress pencapaian Indikator utama program TB di tahun 2021 ini juga masih belum menunjukan peningkatan yang signifikan meskipun pandemi sudah mulai terkendali setelah gelombang ke 2 pada juli- agustus lalu, dimana capaian SPM (jumlah suspek TB yang diperiksa) masih di kisaran 25%, angka  CDR sebesar 20% dan Succes rate masih di angka 70%, oleh sebab itu kita harus memanfaatkan momen terkendalinya pandemi untuk meningkatkan capian program di waktu yang tersisa tahun ini, tambahnya.

Salah satu komponen utama dalam mendukung capaian program TB adalah sarana Pemeriksaan Laboratorium, dimana berdasarkan Surat Edaran Dirjen P2P No. 936 tahun 2021 tentang Perubahan Alur dan  Pengobatan Tuberkulosis TCM dijadikan sebagai alat diagnostik utama. Kalimantan Tengah saat ini memiliki 20 Alat TCM yang tersebar diseluruh RSUD Kabupaten/Kota sebanyak 14 buah dan 1 buah di RSUD dr, Doris Sylvanus, bahkan sudah terdapat tambahan 5 Alat TCM yang operasional di Puskesmas, 1 di Kota Palangka Raya, 1 di Kab Kapuas, 1 di Kabupaten Kotawaringin Barat, dan 2 di Kab. Kotawaringin Timur, hal ini tentu saja merupakan suatu capaian yang baik dalam upaya pencapaian penemuan pasien TB namun dalam lain sisi juga menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan Utilisasi penggunaan TCM yang merata di semua lokasi lab TCM, karena secara angka utilisasi alat di tingkat Provinsi penggunaan di setiap laboratorium akan saling mempengaruhi secara perhitungan Utilisasi Total . 

Pada Tahun 2020 Penggunaan TCM di Kalimantan Tengah sebanyak 1939 Pemeriksaan, dan pada tahun 2021 hingga Oktober 2021 sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 2570. Terjadi peningkatan secara jumlah pemeriksaan seiring dengan meningkatnya jumlah alat TCM yang beroperasi, namun Secara Utilisasi Tingkat Provinsi pada tahun 2020 mencapai 7,29 % dan pada tahun 2021 hingga Oktober mencapai 6,98%  dari target 80%, tutupnya.

Turut Hadir Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Prov.Kalteng Sofia Wirda Antemas dan peserta dari Seluruh Kabupaten/Kota. (Gery/Foto:GF TB).

Leave a Comment